IndonesiaChange



Tren Fragrance 2026 dari Gourmand ke Aroma yang Lebih Tekstural


Tren fragrance 2026 kini bukan sekadar “wanginya seperti apa?” atau "wanginya manis" tapi lebih ke “saat dicium, sensasinya terasa seperti apa?”


Pada bulan ini, tren global menunjukkan meningkatnya penggunaan aroma yang terinspirasi dari tekstur dan material, sepertik nasi, pandan, cardamome, hingga woods yang creamy. Aroma terasa lebih dimensional dan punya cerita yang lebih kuat. Bagi brand di Indonesia, tren ini menarik karena beberapa inspirasi tersebut sudah sangat dekat dengan keseharian dan budaya lokal.


Apa Itu Aroma yang Bertekstur?


Aroma yang mampu membangun sensasi tertentu di pikiran konsumen, misalnya creamy dan smoky. Contohnya:

Pandan → creamy

Tea → airy



Mengapa Tren Ini Menarik untuk Indonesia?


Bagi brand lokal,tren wangi bertekstur memberi peluang untuk mengambil inspirasi dari sesuatu yang sudah familiar di Indonesia:


1.Pandan yang Creamy

Lihat di sini



3.Caramel & Chocolate yang Menggoda

Lihat di sini



4.Apple dengan Cinnamon yang Manis

Lihat di sini



5.Aroma Tea dengan Jasmine

Lihat di sini



6.Strawberry dengan Marshmallow yang Dibalut Caramel

Lihat di sini



Peluang untuk Brand


Aroma yang lebih tekstural dapat menjadi cara baru bagi brand untuk memperkenalkan produk dengan wangi yang sudah familiar di kalangan lokal.


Inspirasi wewangian teh, coklat, sampai stroberi dapat dikembangkan menjadi aroma yang terasa lebih premium dan punya memiliki storytelling lokal.


Punya ide aroma yang ingin dikembangkan?


Kirim brief melalui Kreasi Aroma atau pesan sampel di Katalog untuk mulai mengeksplorasi aroma tekstural yang sesuai dengan karakter brand Anda.